Setujui Keputusan Mutasi Gatot, Kenapa Hadi Berubah ?

Menjabat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali disorot. Pembatalan mutasi perwira tinggi oleh Hadi ini menyisakan banyak keraguan transisi dan konsolidasi di tubuh TNI akan berjalan dengan baik di tangan Marsekal Hadi Tjahjanto. Keputusan Gatot mengganti pejabat strategis di tubuh TNI karena keputusan itu diambil hanya berselang empat hari sebelum Presiden Joko Widodo mencopotnya. Ada juga yang menduga keputusan Hadi bersifat politis.

Kemarin, Gatot menjawab sejumlah pertanyaan wartawan tentang polemik pembatalan mutasi TNI ini. Gatot mengatakan keputusan mutasi yang ditekennya, Senin dua pekan lalu, telah disetujui Hadi, yang kala itu masih menjabat Kepala Staf Angkatan Udara.” Kalau tanpa itu, saya salah,” kata Gatot. Berikut ini petikannya:

<strong>Marsekal Hadi membatalkan sebagian keputusan mutasi perwira tinggi yang Anda buat. Apa tanggapan Anda?</strong>
Saya mengeluarkan surat keputusan, saya sengaja tidak melantik. Mengapa? Karena saya memberikan kesempatan kepada Pak Hadi Tjahyanto sebagai Panglima TNI yang baru untuk melakukan evaluasi lagi walaupun beliau ikut tanda tangan. Mengevaluasi lagi itu adalah hak prerogatif beliau, enggak ada masalah.

<strong>Maksudnya Marsekal Hadi setuju dengan keputusan Anda sebelumnya?</strong>
Saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara, sekarang menjadi panglima. Mungkin ada perubahan-perubahan dari beliau, enggak ada masalah. Karena tanggal 4 Desember saya rapat. Sehabis rapat saya dapat telepon dari Menteri Sekretaris Negara (Pratikno) bahwa saya akan digantikan. Makanya saya memberi peluang kepada Pak Hadi. Saya tidak melatik semuanya meski boleh sebagai Panglima TNI.

<strong>Mengapa Anda memutuskan mutasi di akhir jabatan?</strong>
Karena ada yang pensiun. Ada juga yang sudah dua tahun menjabat. Kalau saya enggak seperti itu, kapan naik pangkatnya yang lain? Kemudian orang yang dimutasi akan punya pengalaman lagi. Diberi pengalaman di mana, harus naik bintang dua?

<strong>Tapi banyak yang mengkritik keputusan Anda karena bakal merepotkan Panglima baru…</strong>
Mutasi 125 orang enggak ribut, kok.Yang penting kami rapatkan semuanya, hadir semuanya diskusi di situ. Kalau tanpa itu, saya salah.

<strong>Ada juga yang mengabarkan Anda marah diganti tanpa diberi tahu sebelumnya…</strong>
Siapa yang bilang marah? Enggak penah saya marah. Itu hoax saja. Justru saya bersyukur pada saat saya Panglima TNI dipercaya masyarakat. Mari berpikir positif bahwa Presiden itu sayang sama saya. Jangan berpikir negatif. Saya marah, gila apa? Yang melantik saya itu presiden. selama 2,5 tahun menjabat.

<strong>Jadi, tidak ada masalah antara Anda dan Panglima vang baru?</strong>
Setelah serah-terima jabatan selesai. saya undang Pak Hadi dan istrinya ke rumah dinas. Kalau saya marah. emang gue pikirin bahwa ini rumah saya rapikan, semuanya lengkap, kulkasnya saya isi? Saat itu juga sudah siap ditempati karena itu rumah Panglima.

Sumber : Koran Tempo, 21 Desember 2017

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *