Peringkat Utang Indonesia Naik Kelas

<strong>JAKARTA</strong> – Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings, menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia dalam mata uang asing dan lokal ke BBB dari sebelumnya BBB- dengan proyeksi yang stabil. Laporan Fitch Ratings menyebut, kenaikan peringkat ini didorong kemampuan Indonesia menghadapi guncangan eksternal. Hal ini terus diperkuat dalam beberapa tahun terakhir lewat kebijakan makro ekonomi yang secara konsisten diarahkan untuk menjaga stabilitas.

Kebijakan nilai tukar yang lebih fleksibel sejak pertengahan 2013 juga telah membantu penyangga cadangan devisa meningkat menjadi 126 miliar dolar AS pada November 2017. Selain itu, kebijakan moneter yang diterapkan cukup membatasi gejolak aliran dana asing pada periode yang menantang. Langkah-langkah makro prudensial yang ditempuh Pemerintah Indonesia dinilai Fitch Ratings telah membantu menekan kenaikan tajam utang luar negeri swasta beriringan dengan stabilitas pasar yang membaik.

“Fokus pada stabilitas makro juga terlihat dalam asumsi anggaran yang kredibel dalam beberapa tahun sebelumnya,” tulis Fitch Ratings dalam laporan yang dikeluarkan pada Rabu (20/12/2017).

Fitch Ratings mengamati, reformasi struktural yang dilakukan pemerintah telah memperbaiki lingkungan bisnis. Fitch Ratings juga melihat, beban utang pemerintah cukup rendah, sebesar 28,5 persen terhadap PDB pada 2017. Pemerintah Indonesia juga dapat memenuhi batas defisit anggaran sebesar 3 persen dari PDB.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, kenaikan peringkat ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan negara Indonesia sudah cukup baik. “Ini adalah salah satu konfirmasi mengenai pengelolaan dari keuangan negara, terutama APBN kita yang cukup baik dan perekonomian secara keselumhan,” ujarnya ketika ditemui di Istana Wakil Presiden, Kamis (21/12/2017).

Kenaikan peringkat utang ini, dinilai Menkeu, akan dijadikan momentum oleh pemerintah untuk meningkatkan kinerja perekonomian dari sisi pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja, dan pengurangan kesenjangan. Selain itu, pemerintah juga akan menggunakan APBN yang sehat untuk prioritas pembangunan nasional.

“Jadi, kita senang dengan upgrade ini, dan harusnya lebih baik lagi dan akan kita usahakan,” kata Sri Mulyani.

Meski peringkat utang Indonesia naik kelas, Menko Perekonomian Darmin Nasution mengaku beluin puas. Menurutnya, masih ada sejumlah pekeijaan yang perlu dilakukan pemerintah untuk terus mendorong perbaikan perekonomian.

“Ini tentu saja kita senang, tapi ya tidak berarti puas.” Bagi kalangan dunia usaha, perbaikan peringkat utang Indonesia ini akan memberikan dampak positif pada iklim usaha di Tanah Air.

Menurut Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir, perbaikan peringkat itu bisa mendorong kepercayaan investor. “Saya bicara dengan partner Jepang saya, ternyata keinginan mereka untuk berinvestasi di Indonesia itu sangat tinggi. Apalagi dengan rating yang membaik,” ujar pengusaha yang akrab disapa Boy Thohir.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *