Cina: AS Terimalah Kebangkitan Kami

<strong>BEIJING</strong> – Pemerintah Cina pada Selasa (19/12/2017) mengkritik Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberi label kepada Beijing sebagai saingan yang strategis dalam dokumen Strategi Keamanan Nasional (National Security Strategy atau NSS).

Pemerintah Cina juga meminta Washington untuk menerima kebangkitan Cina. Kantor berita Xinhua melaporkan, Pemerintah Cina mengatakan, sikap Trump mencerminkan kemenangan kaum garis keras di pemerintahannya. Cina juga memperingatkan, hubungan ekonomi AS dan Cina cenderung akan menghadapi tekanan dan tantangan yang lebih besar lagi. Pada Senin (18/12/2017), Trump mengabaikan Beijing dengan mengatakan AS akan memperbaiki hubungan dengan Taiwan.

AS juga berjanji akan menghidupkan kembali aliansi dengan pemerintah negara Asia Tenggara, yang beberapa di antaranya terlibat konflik dengan Cina karena mengklaim bagian Laut Cina Selatan. AS dan Cina memiliki hubungan perdagangan terbesar di dunia dan telah bekerja sama mulai dari bidang energi bersih hingga kesehatan masyarakat.

Namun, Beijing melihat Washington sebagai penghambat ambisi mereka untuk menjadi kekuatan yang dominan di Asia Timur. Kedutaan Besar (Kedubes) Cina di Washington meminta Pemerintah AS untuk membuang pemikiran lama mereka. “Sangat egois untuk menaruh kepentingan nasional Anda di atas kepentingan negara lain dan kepentingan bersama masyarakat internasional. Ini akan memicu Amerika Serikat untuk melakukan isolasi,” kata kedubes Cina dalam sebuah pernyataan.

“Cina bersedia untuk melakukan koeksistensi damai dengan semua negara di dunia, termasuk Amerika Serikat atas dasar saling menghormati. Amerika Serikat juga harus menyesuaikan dan menerima kebangkitan Cina,” ujarnya menambahkan.

Pejabat AS merasa cemas dengan meningkatnya dana pengeluaran militer Cina. Mereka melihat “Belt and Road Initiative”, sebuah proyek bernilai miliaran dolar AS untuk membangun kereta api dan infrastruktur lainnya di belasan negara dari Asia ke Eropa dan Afrika, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi pengaruh AS dan memelihara struktur politik yang berpusat pada Cina.

Cina selama ini juga telah mengambil sikap lebih keras terhadap Taiwan sejak pemilihan Presiden Tsai Ingwen tahun lalu, yang menolak untuk mengakui pandangan Beijing bahwa Taiwan adalah bagian dari Cina. Pengamat Cina berspekulasi tentang kemungkinan perlunya langkah militer untuk menekan Tsai. Sikap Trump yang berjanji menghidupkan aliansi dengan Filipina dan Vietnam, juga bertentangan dengan Beijing terkait Laut Cina Selatan. AS juga berjanji memperluas kerja sama militer dengan India, negara yang dipandang Beijing sebagai saingannya.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *